Dialog Tingkat Tinggi G-20, Jokowi ajak semua negara bekerja sama

 

 

JAKARTA- Presiden Joko Widodo menyoroti tiga tantangan yang dihadapi dunia yang dinilai sangat berat, hal tersebut dibahas saat diskusi bersama negara-negara anggota G-20, Senin (27/6/2022).

Menurut Jokowi, tiga tantangan tersebut yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, dan stabilitas keuangan yang makin sulit.

Jokowi mengusulkan tiga langkah yang harus dijalankan bersama oleh semua negara, ia mengajak bersinergi untuk mengatasi emerging challenges, serta perkuat kemitraan global untuk Sustainable Development Goals (SDGs) dengan fokus pada pendanaan pembangunan dan penguatan sumber-sumber pertumbuhan baru.

"Sinergi untuk mengatasi emerging challenges. Sebagai Presiden G-20 dan bagian dari Global Crisis Response Group, Indonesia akan terus berkontribusi untuk mengatasi masalah-masalah ketahanan pangan, energi, dan stabilitas keuangan,” kata Jokowi dalam pidatonya secara virtual pada High-level Dialogue on Global Development dari Istana Merdeka, Jakarta (25/6).

Dipaparkan Jokowi, memang ada negara yang berinisiatif melakukan langkah tersebut, namun hal tersebut tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri tanpa memperhitungkan suara negara berkembang dan saling bersinergi.

“Banyak inisiatif lain dari berbagai pihak. Berbagai inisiatif yang ada tersebut harus saling bersinergi dan saling memperkuat, harus memperhitungkan suara negara-negara berkembang, harus mengedepankan dialog," cetusnya lagi.

Jokowi akan mendorong negara-negara lain untuk memperkuat kemitraan global untuk SDGs dengan fokus pada pendanaan pembangunan.

Diinformasikannya, kesenjangan pendanaan SDGs yang meningkat dari USD2,5 triliun per tahun sebelum pandemi menjadi USD4,2 triliun per tahun pasca pandemi harus segera ditutup.

Di satu sisi, pendanaan inovatif harus dimajukan, terutama peranan sektor swasta harus diperkuat. BRICS (Brazil, Russia, India, China, and South Africa) harus dapat menjadi katalis bagi penguatan investasi di negara-negara berkembang.

"Upaya serupa juga dilakukan presidensi G-20 Indonesia, mendorong investasi yang menciptakan nilai tambah bagi negara berkembang. Saya juga berharap Global Development Initiative (GDI) dapat menjadi katalis pencapaian SDGs,” jelasnya.

“Saya mendorong penyelarasan GDI dengan ASEAN Outlook on The Indo-Pacific di mana elemen pencapaian SDGs merupakan salah satu ruh dan prioritas kerja sama," lugasnya.

Terakhir, Presiden Jokowi mendorong penguatan sumber-sumber pertumbuhan baru. Menurutnya, kerja sama BRICS dengan negara mitra harus mendukung untuk transformasi digital yang inklusif, pengembangan industri hijau dan infrastruktur hijau, serta penguatan akses negara-negara berkembang pada rantai pasok global.

"Sebagai penutup, saya mengajak kita semua untuk bekerja sama. Recover together, recover stronger," pungkasnya. (***)

Komentar