Gernas BBI, Pemerintah Sukses Tambah 11,1 Juta UMKM Go Online
Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengungkapkan, terang-terangan sampaikan keunggulan Gerakan Nasionalal Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), Selasa (28/6/2022). Menurut Luhut, dari target onboarding sebesar 30 juta UMKM pada 2023, sudah terjadi peningkatan sebesar 11,1 juta UMKM yang onboarding. Sebelum ada Gernas BBI, UMKM yang terhubung ke dalam platform digital baru sebanyak 8 juta unit. Sehingga sampai dengan Mei 2022, total UMKM yang sudah onboarding mencapai 19,1 juta unit. “BBI telah mendorong aksi afirmasi belanja pemerintah untuk produk dalam negeri dengan target serapan minimal Rp 400 triliun. Realisasi Per 20 Juni 2022 mencapai Rp 225,43 triliun. Hal ini sudah mendapat perhatian langsung dari Bapak Presiden," ungkap Luhut di Lampung Kamis (23/6/2022). Sepanjang 2022, pemerintah mengagendakan kampanye Gernas BBI di 12 provinsi. Sebagai salah satu campaign manager, Kementerian Perindustrian menggelar Gernas BBI di Provinsi Lampung dengan tema Lagawi Fest, Lampung Bangga Wirausaha Industri dan tagline Satu Bumi Juta Karya. Lagawi Fest dibuka sejak 17 Maret lalu, bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-58 Provinsi Lampung. “Tiga tujuan utama dilaksanakannya program Gernas BBI Lagawi Fest ini adalah untuk meningkatkan jumlah industri kecil dan menengah yang onboarding, pendampingan wirausaha industri, dan peningkatan transaksi penjualan para IKM,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam laporannya saat acara Harvesting BBI Lagawi Fest 2022. Menperin mengungkapkan, dalam rangka mendukung tujuan Gernas BBI untuk menaikkan jumlah artisan Indonesia (UMKM/IKM) hingga 30 juta yang onboarding di marketplace pada tahun 2023, Kementerian Perindustrian konsisten memberdayakan pelaku IKM melalui penguasaan teknologi e-business melalui program e-Smart IKM. “Program e-Smart IKM Kemenperin telah berjalan sejak tahun 2017, dan sampai saat ini telah melatih 22.515 pelaku industri kecil dan menengah di seluruh Indonesia,” pungkasnya. (***)

Komentar
Posting Komentar